1 / 36

Hyperprolaktinemia

Hyperprolaktinemia. Andon Hestiantoro. Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS. Dr. Cipto Mangunkusumo JAKARTA. Kelenjar hipofisis anterior. Sinusoid. Basofilik. Asidofilik.

jules
Download Presentation

Hyperprolaktinemia

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Hyperprolaktinemia Andon Hestiantoro Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS. Dr. Cipto Mangunkusumo JAKARTA

  2. Kelenjar hipofisis anterior Sinusoid Basofilik Asidofilik

  3. SRIF = somatotropin release inhibiting factor = somatostatin

  4. Adenoma Hipofisis

  5. Prolaktin (PRL) dan Laktasi

  6. PROLAKTIN • Dibawah regulasi hypothalamus (“tonic inhibition”) • 2 faktor hypothalamus • PIF (PRL-inhibiting factor) Dopamine • PRF (PRL-releasing factor) TRH, VIP (vasoactive intestinal polypeptide)

  7. PROLAKTIN • Stimulasi pembentukan payudara • Inisiasi dan mempertahankan laktasi • Reseptor PRL • Permukaan alveolar kelenjar payudara • Hati dan Ginjal • Ovarium, Testis dan Prostat • Estrogen • Sinergistik dalam pembentukan payudara • Efek antagonis terhadap laktasi

  8. Pertumbuhan payudara dan Laktasi • Pertumbuhan duktus: estrogen • Pembentukan lobulo-alveolar payudara: PRL + progesteron • Laktasi: PRL + oksitosin

  9. Prolaktin = PRL • A “stress hormone” • Sekresi secara pulsatil Kadar tertinggi di pagi hari Lebih rendah pada siang hari • Sekresi fisiologik PRL↑ • Saat nyeri • Rangsangan puting susu • Kehamilan • Pemeriksaan pelvik • Olah Raga • Tidur

  10. TIDA: Tuberoinfundibular Dopamin PHDA: Periventricular hypophysial Dopamin

  11. Hiperprolaktinemia(>25 ng/ml)?? • Patogenesis (“basic mechanism”) • Defisiensi dopamin di hipotalamus • Tumor hipotalamus • “AV malformation” • Proses inflamasi • Obat tertentu: • methyldopa (Aldomet), reserpine • Defek mekanisme transport dopamin • Tumor hipofisis atau tumor tangkai hipofisis • Trauma kepala • Pemotongan tangkai hipofisis

  12. Hiperprolaktinemia • Patogenesis (“basic mechanism”) • Lactotroph insensitif terhadap dopamin • “dopamine receptor blocking agents” • phenothiazine (chlorpromazine) • butyrophenones (haloperidol) • benzamide: metoclopamide, sulpiride, domperidone • Stimulasi terhadap “lactotrophs” • Hipotiroidism • TRH • Estrogen • Rangsangan/Trauma dada: herpes zoster, surgery • Tumor menghasilkan PRL

  13. Tumor Hipofisis • 10% dari brain tumor • Prolaktinoma 40-50% • “Non-functioning adenoma” 30% • Sel adenoma Gonadotroph 10-15% • Akromegali 10% • Cushing's disease • Adenoma mengeluarkan TSH

  14. Diagnosis adenoma hipofisis • MRI : untuk jaringan lunak • CT scan : untuk jaringan tulang (dekstruksi sela tursika)

  15. MRI dan mikro/makro adenoma

  16. Macro Micro

  17. Prolaktinoma • Grade 1 : mikroadenoma (<10 mm) • Grade 2 : makroadenoma • Grade 3 : kerusakan tulang terlokalisasi • Grade 4 : kerusakan tulang meluas

  18. Gejala Klinik Hiperprolaktinemia • Menars yang terlambat • Gangguan siklus haid (60-90%) • Amenore • Oligomenore • Infertilitas • Galactorrhea (30-80%) • Defisiensi Estrogen • Libido menurun • Vagina kering • Dispareunia

  19. Dampak negatif massa tumor • Ekstensi suprasellar : bitemporal hemianopia • Ekstensi posterior : homonimus defek lapang pandang • Ekstensi lateral extension (ke dalam sinus cavernous) • Penekanan syaraf kranial 3, 4, 5, 6 • Ekstensi ke dalam lobus temporalis : kejang-kejang

  20. Dampak negatif hiperprolaktinemia • Poros hipotalamus-hipofisis-ovarium pada 3 lokasi • Tingkat hipotalamus • Mempengaruhi tonus dan sekresi siklik GnRH (LHRH) • Tingkat hipofisis • desensitisasi respons gonadotropin terhadap GnRH • Tingkat ovarium • Gagal produksi progesteron (an-ovulasi) (oleh sel granulosa ovarium)

  21. Kehamilan dengan prolaktinoma • Mikroadenoma 1-5% akan menjadi makroadenoma • Makroadenoma 25% bertambah besar dan timbul gejala 15-35%

  22. DD/ hiperprolaktinemia • Prolaktinoma • Hipotiroidism primer (TSH) • CRF (BUN/Cr) • Sirosis Hati (SGOT, SGPT, Alb/Glob) • Cushing's syndrome (Kortisol) • Akromegali (GH) • Obat-obatan (riwayat pengobatan-anamnesis) • Kehamilan (β-HCG)

  23. Tatalaksana hiperprolaktinemia • Jika hiperprolaktinemia tidak diobati? • Libido menurun • Dispareunia • Hipogonadism • BMD ↓ • tumor semakin membesar

  24. Hiperprolaktinemia • Indikasi pengobatan • Ingin hamil atau punya anak • Menyembuhkan galactorrhea • Menghilangkan gejala hipogonadism • Perhatian khusus • Follow-up teratur

  25. Farmakoterapi untuk prolaktinoma • Preparat Ergot • Bromokriptin (approved by FDA) • Oral (2 x 0.625–3,75 mg per hari) titrasi !! • Intravaginal (?) • Cabergoline (longer duration of action) ? • Preparat non-Ergot • CV 205-502 (Octahydrobenzquinolone) ?

  26. Farmakoterapi untuk prolaktinoma • Lama pengobatan 12-24 bulan, kemudian evaluasi diameter mikroadenoma dan kadar prolaktin • Bromokriptin dapat mengurangi volume makroadenoma sampai 50% pada 90% kasus. • Terapi medikamentosa 3 bulan tanpa hasil, indikasi pembedahan

  27. Indikasi pembedahan pada prolaktinoma • Tidak tolerans terhadap obat • Tumor resisten terhadap obat • Terdapat gangguan penglihatan menetap walaupun telah mendapat obat • Tumor kistik atau hemoragik

  28. Pembedahan trans-sphenoid untuk reseksi prolaktinoma Adenoma

  29. Prognosis • 90-95% mikroadenoma tetap stabil atau produksi prolaktin menurun secara bertahap • 1/3 pasien hiperprolakttinemia idiopatik akan resolusi tanpa pengobatan • Angka kekambuhan pembedahan makroprolaktinoma adalah 40% dalam 5 tahun. • Angka kekambuhan hiperprolaktinemia adalah 80%, sehingga pasien memerlukan pengobatan medikamentosa jangka panjang.

More Related