Sebenarnya, Apa Tujuan Seni Teater? Terutama di Era Teknologi? -->
close
Pojok Seni
28 June 2021, 6/28/2021 07:00:00 AM WIB
Terbaru 2023-02-26T06:59:31Z
ArtikelBeritateater

Sebenarnya, Apa Tujuan Seni Teater? Terutama di Era Teknologi?

Advertisement
tujuan seni teater
tujuan seni teater

PojokSeni.com - Apa sebenarnya tujuan seni teater? Kenapa seni satu ini masih tetap ada? Ada puluhan bahkan ratusan orang berlatih selama berbulan-bulan lalu menyiapkan satu pertunjukan yang mungkin diulangi hingga 2 - 7 kali. 


Di era teknologi, ketika komputer bisa membuat seseorang yang tidak ada menjadi ada, manusia yang bisa terbang menembus awan, dan manusia yang menembus lautan terdalam, nyaris tak bisa dilakukan oleh panggung dan teater.


Ini jelas bukan pertanyaan saya. Ini pertanyaan yang saya dapatkan dari orang lain, dan saya kira tidak bisa dijawab dengan pendek karena tidak akan memuaskan penanya. Maka saya mencoba menjawabnya lewat artikel ini.


Apa tujuan seni teater?


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dulu pertimbangkan tiga komponen; seni, teater, dan seni teater. Ketiganya adalah hal-hal yang saling berkaitan, dan tentunya menjawab pertanyaan "apa tujuan seni teater".


Menjawab pertanyaan "apa tujuan seni teater" juga akan menjelaskan kenapa masih ada pembelajaran teater di sekolah-sekolah, ekstrakurikuler teater di sekolah, serta jurusan teater di universitas atau sekolah tinggi.

tujuan seni teater
tujuan seni teater

Kita mulai dari "seni". Mari kita samakan persepsi bahwa seni adalah penerapan keterampilan sebagai bentuk ekspresi dan imajinasi kreatif manusia. Maka, tujuan seni adalah menghasilkan karya untuk dihargai, tersebab dengan nilai estetika dan/atau kekuatan emosionalnya. 


Maka separuh dari pertanyaan tersebut terjawab.


Kemudian teater, yang saya maksud adalah "pertunjukan langsung". Teater adalah bentuk seni pertunjukan kolaboratif dengan pemain/perfomer/aktor yang dihadirkan secara langsung. Tujuannya adalah untuk menyajikan pengalaman (imajiner secara nyata) di hadapan penonton untuk hal-hal tertentu. Apa yang didapatkan dari penyajian pengalaman secara langsung tersebut? Respon manusiawi; respon psikologis, dan respon indrawi. Tentunya, hal itu bertujuan untuk membentuk manusia menjadi manusia yang sesungguhnya.


Maka separuhnya lagi dari pertanyaan "apa tujuan seni teater" juga terjawab.


Sekarang mari kita gabungkan dua pernyataan di atas. Seni teater, berarti teater dalam bentuk seni. Seni atau "art" yang berasal dari kata "artem" berarti keterampilan menyusun, mempraktikkan ilmu pengetahuan, dan pengajaran. Maka seni teater, berarti segala yang terkait dengan pengajaran, pelatihan, praktik, hingga "kenikmatan" mendalami atau mengikuti setiap proses teater. Baik seni peran, sampai semua hal yang terkait dengan teater seperti bernyanyi, menari, set, desain, cahaya, kostum, manajemen panggung, penciptaan musik, penyutradaraan, dramaturgi, dan sebagainya.


tujuan seni teater

Apa tujuan seni teater bila berlandas pada definisi dari "seni teater"? Tentunya sudah bisa ditarik kesimpulannya sendiri.


Jauh sebelum teknologi sudah seperti saat ini, teater bentuknya sangat sederhana. Karena itu teater juga punya tujuan yang sederhana, seperti memberikan fakta, sejarah, berita, pesan, mitologi, pesan keagamaan, pesan moral, dan sebagainya. Semakin ke sini, maka teater terus berkembang menjadi seni yang jauh lebih kompleks, dan menjadi hiburan sekaligus media kontemplasi, penyampai pesan, hingga provokasi yang benar-benar lengkap.


Teater sejak berabad-abad lalu merupakan gabungan dari tiga hal; hiburan, pendidikan, dan perluasan pikiran. Dan semuanya disampaikan dalam bahasa yang indah, konsep atau ide yang luar biasa, dan menghadirkan penulis, aktor, sutradara, dramaturg, penata musik, hingga penata cahaya terbaik  yang pernah ada di dunia. 


Sejumlah seniman kreatif di dunia lahir dari panggung-panggung teater yang terus hidup dan terjaga habitusnya. Tontonlah pertunjukan teater yang serius, maka Anda seakan membuka sebuah jendela dan melihat sebuah dunia yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Sebuah semesta alternatif yang memberikan lebih banyak perspektif.


Hubungan antara pemain, cerita, dan penonton juga menjadikan Anda merasakan emosi tertentu yang bisa jadi tak pernah Anda dapatkan di dunia nyata. Ketika teater membantu Anda mencapai katarsis, maka pertunjukan tersebut akan menyentuh hati paling dalam Anda. Teater tidak hanya akan mengajari, atau membuka cakrawala yang lebih luas, tapi juga memberi sentuhan yang indah pada jiwa.


Apakah teater itu penting?


Jawabannya bisa jadi iya atau tidak. Tergantung, apakah Anda menganggap pemahaman Anda terhadap dunia tempat tinggal kita ini adalah hal yang penting atau tidak. 


Ikuti PojokSeni.com di Google News

Ads