Kulit

8 Faktor yang Sebabkan Perubahan Jenis Kulit

dr. Fitria Agustina, Sp.KK., FINSDV, FAADV, 02 Des 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Sejumlah faktor bisa sebabkan perubahan jenis kulit. Ketahui 8 penyebab kulit berubah lewat ulasan berikut.

8 Faktor yang Sebabkan Perubahan Jenis Kulit

Kulit adalah garda terluar dari sistem pertahanan tubuh. Kondisi kulit yang sehat mencerminkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dalam kondisi baik, kulit berfungsi sebagai skin barrier (sawar kulit) yang melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan, seperti iritan (zat penyebab iritasi), alergen (zat penyebab alergi), dan mikroba. Kulit juga berperan mengatur suhu tubuh agar berfungsi optimal.

Sayangnya, kondisi dan jenis kulit bisa dipengaruhi oleh beragam faktor. Secara garis besar, jenis kulit kamu bisa berubah akibat faktor internal maupun eksternal.

Faktor internal yang menyebabkan perubahan kondisi dan jenis kulit, meliputi genetika, hormon, serta penyakit spesifik macam diabetes maupun gangguan ginjal. Adapun faktor eksternal yang memengaruhi kondisi dan jenis kulit, yaitu lingkungan, kesehatan tubuh, dan gaya hidup.

Bagaimana sederet faktor tersebut menyebabkan jenis kulit berubah? Yuk, cari tahu.

1. Genetika

Faktor genetika (keturunan) akan menentukan jenis kulit yang kamu miliki, misalnya normal, kering, berminyak, atau kombinasi. Gen yang kamu bawa juga menentukan penuaan kulit yang ditandai dengan:

  • Berkurangnya regenerasi dan pembaharuan sel
  • Berkurangnya sekresi kelenjar minyak dan keringat
  • Degenerasi jaringan ikat yang mengurangi kemampuan kulit dalam mengikat air serta menyebabkan kulit tidak lagi kencang
  • Degenerasi serat elastin yang mengakibatkan berkurangnya elastisitas kulit

Faktor genetika bertanggung jawab pula terhadap risiko kamu mengembangkan masalah kulit, seperti dermatitis atopik, psoriasis, dan harlequin ichthyosis.

Sebagai contoh, orang yang lahir dengan defisiensi genetik filaggrin (protein yang ditemukan di kulit) memiliki fungsi sawar kulit yang lebih lemah. Mereka juga memiliki kulit yang kering sehingga kulitnya lebih sensitif dan rentan terjadi dermatitis atopik.

Karena itu, apa pun jenis kulitmu, sebaiknya tetap gunakan pelembap. Meski memiliki jenis kulit berminyak, tetap gunakan pelembap agar kulitmu tidak kering dan terhindar dari masalah kulit, ya!

2. Hormon

Hormon

Perubahan kadar hormon dapat berdampak besar pada kondisi dan jenis kulit. Perubahan hormonal adalah salah satu penyebab kulit berubah jadi berminyak, berjerawat, dan kering.

Kondisi ini juga terjadi selama kehamilan. Perubahan hormon selama hamil memicu peningkatan produksi melanin sehingga sering terjadi hiperpigmentasi yang dikenal sebagai melasma.

Nah, seiring bertambahnya usia, kadar hormon estrogen wanita juga menurun, terutama setelah menopause. Estrogen berperan menjaga kelembapan kulit. Penurunannya menyebabkan struktur kulit berubah dan menipis. Karena itu, kulit akan cenderung kering ketika usiamu bertambah.

3. Penyakit

Beberapa penyakit, seperti diabetes dan gangguan ginjal dapat berdampak pada kondisi kulit. Kulit penderitanya akan terlihat lebih kering. 

Untuk mengatasinya, lakukan pengobatan dan disiplin jalani manajemen perawatan penyakit yang tepat.

4. Sinar Matahari

Sinar matahari dalam jumlah sedang baik untuk kesehatan, tetapi jika terlalu banyak, sinar matahari justru dapat merusak kulit. Sinar matahari memengaruhi kulit dengan berbagai cara:

  • Sengatan matahari yang kamu rasakan berasal dari sinar ultraviolet B (UVB)
  • Sinar UVB dan ultraviolet A (UVA) dikaitkan dengan kerusakan DNA yang bisa menyebabkan kanker kulit
  • Sinar UVA, UVB, dan high energy visible (HEV) dapat menyebabkan kulit menua sebelum waktunya alias photoaging
  • Sinar UVA, UVB dan HEV dapat menyebabkan hiperpigmentasi yang ditandai dengan bintik-bintik penuaan dan melasma

Memakai sunscreen (tabir surya) dengan spektrum luas setiap hari bisa jadi solusi untuk menghindari bahaya sinar matahari. Ulangi penggunaan tabir surya tiap dua jam sekali saat kamu beraktivitas di bawah terik matahari.

5. Suhu 

Perubahan suhu ekstrem bisa berdampak pada kulit. Dalam kondisi dingin, kulit bereaksi dengan menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi) agar tubuh kamu tidak kehilangan panas. Suhu dingin yang berkelanjutan mengurangi sekresi kelenjar minyak sehingga kulit menjadi kering.

Dalam kondisi panas dan lembap, kelenjar keringat menghasilkan lebih banyak keringat dan membuat kulit lembap. Namun, dalam beberapa kasus, kulitmu justru jadi mudah berjerawat.

Kelembapan yang rendah, seperti yang ditemukan di kabin pesawat dapat menyebabkan kulit mengalami dehidrasi dan lebih sensitif. Beberapa kondisi kulit, seperti rosacea juga bisa dipicu oleh suhu lingkungan yang panas.

6. Memakai Produk Perawatan Kulit yang Tidak Tepat

Penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu keras bisa sebabkan perubahan jenis kulit. Perlu kamu tahu, kulit secara alami agak asam dengan pH antara 5,4-5.9. Produk pembersih dan pelembap yang iritatif dengan pH alkaline bisa merusak struktur sel maupun fungsi sawar kulit. Akibatnya, kulit jadi kering dan sensitif atau bahkan hipersensitif.

Kulit yang sensitif rentan terhadap infeksi dan penyakit, seperti dermatitis atopik dan rosacea. Kondisi ini ditandai dengan sawar yang melemah. Adapun kulit hipersensitif memiliki saraf hiperaktif.

Karena itu, cucilah wajah menggunakan sabun ringan dengan pH sesuai kondisi kulitmu.

7. Terpapar Zat Kimia

Selain berasal dari produk perawatan kulit, jenis kulit juga bisa berubah akibat paparan bahan kimia tertentu di lingkungan tinggal ataupun kerja. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kamu mengalami gangguan kulit.

Paparan zat kimia juga bisa berasal dari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Hindari rokok dan alkohol jika kamu ingin menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara menyeluruh.

8. Mencuci Wajah Terlalu Sering

Kebiasaan mandi atau berendam terlalu sering dan lama menggunakan air yang terlalu panas dapat menghilangkan faktor pelembab alami kulit yang dikenal sebagai natural moisturizing factors. Akibatnya, kulit kamu menjadi kering dan kasar.

Mandi dan cuci wajah sebaiknya dilakukan cukup 2-3 kali sehari. Jangan terlalu lama dan hindari penggunaan air yang terlalu panas, ya!

Dengan mengetahui sederet faktor penyebab perubahan jenis kulit, kamu bisa lebih aware untuk #JagaSehatmu dengan melakukan upaya mencegah dan menghambat kulit berubah jadi lebih buruk.

Kesehatan kulit juga bisa kamu jaga dengan mengelola stres, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, selalu mencukupi kebutuhan cairan, rutin berolahraga, serta istirahat yang cukup.

Apabila kamu menderita masalah kulit, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter, ya!

(ADT/JKT)

  • Subcellular Biochemistry. Diakses 2022. Skin changes during ageing
  • Industrial Engineering and Management Systems. Diakses 2022. Discovering relationships between skin type and life style using data mining techniques: A case study of Korea’
  • Turkderm Turkish Archives of Dermatology and Venereology. Diakses 2022. ‘Relationship of cutaneous moisture, sebum and pH changes of healthy skin with menstrual cycle
  • Journal of the American Academy of Dermatology. Diakses 2022. Skin and climate
  • Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Diakses 2022. The Effect of Lifestyle on Skin Aging’