Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   29 Januari 2024

“Kelenjar pituitari alias hipofisis memiliki fungsi penting untuk tubuh. Mulai dari proses pertumbuhan, kehamilan, menyusui sampai metabolisme.”

Mengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada TubuhMengenal Kelenjar Pituitari dan Fungsinya pada Tubuh

Halodoc, Jakarta – Kelenjar pituitari merupakan salah satu bagian tubuh yang punya peranan besar dalam menjaga keseimbangan hormonal tubuh. Nah, kelenjar ini terletak di dasar otak dan bertanggung jawab untuk melepas sejumlah hormon yang memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Kamu perlu mengetahui fungsi utama kelenjar ini agar lebih memperhatikan kesehatannya. Sebab, apabila kelenjar ini terganggu, maka fungsi-fungsi tubuh pun tidak bisa bekerja secara maksimal.

Apa Itu Kelenjar Pituitari?

Kelenjar pituitari atau lebih dikenal dengan hipofisis adalah kelenjar endokrin kecil yang terletak di dasar otak, tepatnya di dalam fossa sella, sebuah rongga di tengkorak. 

Meskipun ukurannya kecil, kelenjar ini punya peranan yang sangat krusial dalam mengendalikan sejumlah hormon penting. Misalnya, seperti hormon yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan reproduksi.

Struktur kelenjar pituitari terdiri dari dua bagian utama, yaitu lobus anterior (adenohypophysis) dan lobus posterior (neurohypophysis). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam melepaskan hormon ke dalam peredaran darah. 

Lobus anterior menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon pertumbuhan, prolaktin, hormon stimulasi tiroid, kortikotropin, dan gonadotropin.

Sementara itu, lobus posterior melepaskan hormon oksitosin dan vasopresin yang diproduksi di hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari.

Kelenjar ini juga berkoordinasi dengan hipotalamus, bagian otak lain yang berperan dalam mengatur kelenjar pituitari.

Keduanya membentuk sistem yang dikenal sebagai sumbu hipotalamus-hipofisis, yang mengendalikan pelepasan hormon dan menjaga keseimbangan hormonal dalam tubuh.

Fungsi Kelenjar Pituitari untuk Tubuh

Lantas, apa saja fungsi dari hipofisis? Fungsinya sangat bervariasi dan melibatkan sejumlah hormon yang memengaruhi berbagai sistem tubuh.

Berikut fungsi kelenjar pituitari untuk tubuh yang perlu kamu ketahui:

1. Hormon pertumbuhan

Kelenjar ini memproduksi hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) yang dihasilkan oleh lobus anterior.

Nah, hormon ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh. 

Selain meningkatkan tinggi badan dengan merangsang pertumbuhan tulang dan otot, GH juga berperan dalam regulasi metabolisme.

Hormon ini merangsang penggunaan lemak sebagai sumber energi, sehingga membantu mengatur berat badan. 

Selain itu, GH juga memainkan peran dalam pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.

Supaya fungsinya maksimal, begini Cara Alami Meningkatkan Hormon Pertumbuhan pada Anak.

2. Prolaktin

Ibu menyusui pasti sudah tidak asing mendengar istilah ini. Prolaktin juga diproduksi oleh hipofisis dan berperan dalam proses kehamilan dan menyusui. 

Selama kehamilan, prolaktin merangsang perkembangan kelenjar susu dan persiapan tubuh untuk menyusui. Setelah persalinan, tingkat prolaktin meningkat untuk merangsang produksi dan pengeluaran susu. 

Tidak sebatas itu, prolaktin juga memengaruhi siklus menstruasi pada wanita. Apabila kadarnya terlalu tinggi atau rendah, kondisi ini bisa memengaruhi kesuburan dan memicu gangguan reproduksi.

3. Hormon stimulasi tiroid 

Thyroid stimulating hormone (TSH) memegang kendali atas aktivitas kelenjar tiroid yang terletak di leher.

Produksi hormon ini sangat penting untuk mengatur metabolisme tubuh secara keseluruhan. 

Dengan merangsang kelenjar tiroid, TSH memastikan produksi hormon tiroid yang cukup untuk menjaga keseimbangan energi, suhu tubuh, dan fungsi organ vital.

4. Hormon kortikotropin

Sementara itu, hormon ini bertanggung jawab atas merangsang kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal, untuk memproduksi kortisol. 

Kortisol adalah hormon stres yang terlibat dalam respons tubuh terhadap situasi stres. Hormon ini membantu tubuh mengatasi situasi stres dengan meningkatkan tekanan darah, mengatur kadar gula darah, dan meredakan peradangan. 

Aktivitas hormon kortikotropin bisa dibilang adalah kunci dalam menjaga keseimbangan hormonal dan respons tubuh terhadap tekanan eksternal.

5. Gonadotropin

Gonadotropin mencakup hormon luteinizing (LH) dan hormon folikel-stimulasi (FSH), yang keduanya berperan penting dalam sistem reproduksi

LH dan FSH merangsang gonad (ovarium pada wanita dan testis pada pria) untuk menghasilkan hormon seks, seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria. 

Proses ini mengatur siklus menstruasi, produksi sel telur, dan keseimbangan hormon seks, yang semuanya sangat penting untuk kesuburan dan fungsi reproduksi.

Jika siklus menstruasi kamu tidak teratur, kamu bisa menghubungi Rekomendasi Dokter Spesialis Obgyn di Halodoc untuk mendapatkan solusi perawatannya. 

6. Oksitosin dan vasopresin

Lobus posterior pada hipofisis juga menghasilkan oksitosin, dan vasopresin. Oksitosin, dikenal sebagai “hormon cinta” atau “hormon kasih sayang.”

Hormon tersebut merangsang kontraksi otot rahim selama persalinan dan juga berkontribusi pada ikatan emosional antara ibu dan anak maupun antara pasangan.

Sementara itu, vasopresin, juga dikenal sebagai hormon antidiuretik, mengatur retensi air oleh ginjal dan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Jadi, sudah jelas bahwa kelenjar pituitari punya peranan besar dalam berbagai fungsi tubuh. 

Tanyakan pada dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi seputar menjaga kesehatan kelenjar penting ini. Tunggu apa lagi, pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Pituitary Gland.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2024. Pituitary Gland.
Healthline. Diakses pada 2024. Pituitary Gland.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan