Ekonomi, Nasional

7 faktor pendorong turunnya kemiskinan di Indonesia versi BPS

Tingkat kemiskinan di Indonesia pada Maret sebesar 9,41 persen, turun 0,25 persen dari September 2018 yang masih sebesar 9,66 persen

İqbal Musyaffa  | 15.07.2019 - Update : 15.07.2019
7 faktor pendorong turunnya kemiskinan di Indonesia versi BPS Ilustrasi: Potret kemiskinan Jakarta. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Iqbal Musyaffa

JAKARTA 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan persentase dan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mengalami penurunan.

Data BPS mengungkapkan, persentase kemiskinan pada Maret sebesar 9,41 persen, turun 0,25 persen dari September 2018 yang masih 9,66 persen.

Sementara jumlah penduduk miskin turun dari 25,67 juta pada September 2018 menjadi 25,14 juta pada Maret 2019.

BPS mencatat tujuh faktor sebagai pendorong utama penurunan tingkat kemiskinan tersebut.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan faktor pertama yang mendorong turunnya kemiskinan di Indonesia ialah naiknya rata-rata upah riil buruh per hari.

“Rata-rata upah riil buruh tani per hari pada Maret 2019 naik 0,93 persen dibanding September 2018,” ungkap Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Sementara rata-rata upah riil buruh bangunan per hari pada Maret 2019 naik 0,76 persen dibanding September 2018.

Selain itu, dia mengatakan faktor lainnya yang mendorong turunnya kemiskinan adalah indeks nilai tukar petani yang selalu berada di atas 100.

“Nilai tukar petani menunjukkan nilai tukar antara pendapatan rumah tangga pertanian dan konsumsi,” jelas dia.

Nilai tukar petani pada Januari 2019 sebesar 103,33, Februari sebesar 102,94, dan Maret 102,73.

Suhariyanto menambahkan faktor ketiga penyebab turunnya kemiskinan adalah tingkat pengangguran terbuka pada Februari yang sebesar 5,01 persen turun 0,33 persen dari Agustus 2018 dan 0,12 persen dari Februari 2018.

“Faktor keempat adalah inflasi umum yang cukup rendah selama periode September 2018-Maret 2019 sebesar 1,52 persen,” ungkap Suhariyanto.

Selanjutnya, dia mengatakan adanya penurunan harga eceran beberapa komoditas pada periode September 2018-Maret 2019 juga menjadi faktor pendorong turunnya kemiskinan di Indonesia.

Suhariyanto menguraikan pada periode tersebut, harga daging ayam ras turun 1,85 persen, minyak goreng turun 2,12 persen, gula pasir turun 1,22 persen, cabai rawit turun 11,21 persen, dan cabai merah turun 10,35 persen.

Lebih lanjut, dia mengatakan faktor keenam pendorong turunnya kemiskinan adalan pelaksanaan program beras sejahtera (Rastra) sudah sesuai jadwal.

Menurut data Perum Bulog, realisasi distribusi program Rastra pada Januari sebesar 99,47 persen, Februari 98,8 persen, dan Maret 98,5 persen.

“Terdapat peningkatan cakupan penerimaan program bantuan pangan non tunai (BPNT) yang terealisasi pada triwulan I 2019 yang mencapai 219 kabupaten/kota, bertambah 61 kabupaten/kota dibanding triwulan III 2018,” urai dia.

Faktor ketujuh pendorong berkurangnya kemiskinan adalah rata-rata pengeluaran per kapita pada Desil atau kelompok 1 mengalami peningkatan.

Menurut desil pengeluaran per kapita per bulan, rata-rata pengeluaran per kapita pada kelompok penduduk Desil/kelompok 1 periode September 2018-Maret 2019 mengalami peningkatan sebesar 4,32 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan garis kemiskinan pada periode tersebut yang sebesar 3,55 persen.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.