Pengertian Seni Musik dan Hal Fundamental Tentang Musik

Arinta Wirasto

“Musik adalah bahasa universal”. Sebuah frasa yang acapkali digunakan dalam berbagai kesempatan untuk menekankan pentingnya presensi musik sebagai pemersatu bangsa. Meski tidak semua memahami pengertian seni musik, salah satu aliran yang cukup berbeda dalam seni rupa ini, tapi kita semua dapat menikmatinya dengan cara sendiri-sendiri.

Pengertian seni musik sendiri jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.

Sekarang, bayangkan kamu sedang berada di suatu konser musik dan lagu favoritmu dimainkan. Semua pengunjung, termasuk kamu, bernyanyi dan menari mengikuti alunan musik.

Perbedaan status sosial, etnis, dan budaya pun seolah luntur bersamaan dengan meriah atau syahdunya suasana. Tidak hanya itu, musik juga memiliki bermacam peran layaknya sarana ekspresi diri, penyampai pesan, pengusir jenuh, bahkan sebagai simbol. 

Secara fundamental, seni musik dibagi menjadi tiga yaitu musik tradisional, modern, dan kontemporer. Namun bila dikelompokkan berdasarkan genre atau aliran, mungkin kamu tidak akan selesai membaca artikel ini dalam hitungan menit. Ya, jenis aliran musik amat sangat beragam! 

Setiap aliran musik mempunyai karakteristik berbeda yang dipengaruhi dari faktor eksternal seperti perkembangan teknologi maupun perubahan kultur. Terkadang, setiap aliran mempunyai sub-genre atau aliran turunan yang berhasil menentukan identitas aliran tersebut pada suatu era atau periode tertentu. Seperti orchestrated pop dan psychedelic rock yang populer di tahun ‘60an, maupun plush disco di tahun ‘70an. 

Sekarang, sebagai satu pencinta musik ke sesama, kita tidak mungkin hanya berhenti di pengertian seni musik. Tidakkah kamu ingin mengetahui riwayat serta enam aliran musik paling populer sepanjang masa? Siapa tahu ini bisa menjadi topik kencan mendatang atau bahkan mengantarmu ke pekerjaan impian!

Pop

Disingkat dari kata “Populer”, awalnya istilah “Pop” hanya berlaku pada semua lagu yang berhasil menduduki tangga lagu musik dalam suatu periode tertentu. Tangga musik tersebut berasal dari label rekaman, radio, saluran TV, atau majalah musik terkemuka seperti Billboard, MTV, dan Rolling Stone yang berwenang untuk menentukan what’s hot dan what’s not dalam industri musik (Trivia: tangga musik juga kerap dijuluki sebagai Top 40).

Dengan menduduki salah satu tangga musik tersebut, seorang pemusik biasanya dianggap sudah mencapai kesuksesan dalam karirnya. Perlu diingat bahwa barometer sukses disini ialah dikenal oleh khalayak luas (bukan berarti karya yang dihasilkan enggak bagus, lho) dan seberapa banyak jumlah pendengar atau pembeli dari album mereka.

Awalnya, istilah pop juga mencakup dan menyadur elemen dari aliran lain seperti rock, urban, dance, dan country. Tetapi lama kelamaan, definisi musik pop menyempit menjadi lagu yang ditulis dengan durasi pendek dan penggunaan kombinasi antar suara, irama, serta melodi secara berulang-ulang.

Musik pop pun berhasil menjadi wadah percampuran yang meminjam dan mengasimilasi elemen serta ide dari beragam jenis musik seperti rock, R&B, disco, punk, dan hip hop. Paduan ini berhasil memengaruhi dan berujung pada inkorporasi pada aliran musik pop dalam enam dekade terakhir. 

Rock

Sama seperti pop, musik rock berakar dari perpaduan dan inkorporasi elemen dari aliran musik lain. Pada hal ini, akarnya berasal dari aliran rhythm, blues, dan country. Seiring berjalannya waktu, aliran ini terus menerus berkembang, didefinisikan kembali, bahkan diciptakan ulang sejak kemunculannya di tahun ‘40an. Tidak heran jika menentukan suatu definisi yang tepat untuk aliran ini adalah sebuah kesulitan.

Kendati demikian, melodi yang dihasilkan oleh instrumen gitar elektrik, bass, dan drum merupakan hal yang membedakan musik rock dengan aliran lainnya. Jika berbicara tentang riwayat evolusi dan transformasi musik rock, mungkin salah satu aliran turunan terbesar adalah aliran Rock n Roll yang muncul pada tahun ‘50an.

Dilanjutkan oleh hard rock dan heavy metal (dipopulerkan oleh Led Zeppelin!) dan punk pada tahun ‘70an, serta alternative rock pada tahun ‘80an. Dekade selanjutnya menandai munculnya gerakan grunge yang merupakan perpaduan antara hard rock dan punk, diinisiasi oleh grup rock Nirvana. Masih dalam era yang sama, sepeninggal Kurt Cobain (pentolan dari Nirvana), aliran turunan mainstream rock kembali mencuat. 

Secara kultural dan psikologis, musik rock kerap diidentifikasikan dengan jiwa muda. Implikasi pun bermunculan seiring munculnya konotasi negatif yang diasosiasikan dengan musik rock, seperti seks, alkohol, dan narkotika selagi menunjukkan ekspresi diri pada waktu bersamaan.

Jazz

Sepertinya tepat untuk berkata bahwa aliran musik Jazz lahir sebagai refleksi dari keanekaragaman atau diversity kultur di Amerika dan juga individualisme. Sejak kelahirannya di awal abad ke-20, musik jazz muncul dengan infusi melodi dari musik Afrika dan Eropa.

Piano, gitar, trombon, dan saksofon merupakan segelintir dari banyaknya jumlah instrumen yang mendominasi lagu jazz. Begitu juga dengan elemen blue notes, polyrhythms, sinkopasi, shuffle note, serta improvisasi yang dianggap krusial dalam kreasi musik jazz.

Seiring berkembangnya era,  eksklusivitas yang mengelilingi musik jazz juga perlahan mulai luntur dengan bertambah, bahkan (pada fase tertentu) menjamurnya festival dan pergelaran musik jazz di seluruh dunia. Kini musikalitas aliran jazz sangat beragam, begitu juga aliran turunannya. Mulai dari avant garde music, latin jazz, hingga jazz rock fusion. Opsi dari musik jazz pun begitu luas sehingga selalu ada sesuatu yang menarik untuk ditemukan dalam gaya setiap pemusik. 

Dance

Aliran musik dance adalah musik yang sengaja dibuat sebagai pengiring kegiatan menari. Seperti aliran lainnya, musik dance pun mengalami transformasi dari masa ke masa.

Berbicara tentang riwayat, tidak ada salahnya jika kita melakukannya secara sistematis. Mengikuti linimasa kemunculan sejumlah aliran turunan dari musik dance. aliran turunan yang dikenal paling awal adalah medieval dance yang, sesuai namanya, lahir pada era Medieval. Dilanjutkan oleh kemunculan noble court dance yang lahir di era Baroque dan waltz yang muncul di era klasik.

Musik dance meraih puncak kepopuleran pada awal tahun ‘20an ketika ballroom dance diperkenalkan ke khalayak luas. Pada dekade selanjutnya, terbentuk suatu pola dimana musik dance melebur dengan aliran musik yang populer di era tersebut. Misalnya, di tahun ‘30an ketika era swing tengah mendominasi panggung musik, aliran swing dance muncul untuk melengkapinya.

Begitu juga di tahun ‘50an dengan Rock n Roll, soul dan R&B tahun ‘60an, serta disko di tahun ‘70an. Kemudian, awal tahun ‘80an menandai munculnya Electronic Dance Music (EDM) yang terus menerus mengalami perkembangan hingga saat ini.

Dibuat menggunakan instrumen elektronika, aliran turunan ini dapat ditemukan dengan mudah di klub malam, pesta rave, dan musik festival. Jika imej musik rock diasosiasikan dengan seks, alkohol, dan narkotika, aliran musik dance kerap diidentikan dengan kultur hedonis dan hura-hura.

Aliran turunan dari EDM sendiri terus berkembang sepanjang waktu mengikuti influens dan faktor eksternal lainnya. Beberapa aliran turunan EDM yang masih mendominasi kancah musik dewasa ini adalah trance, techno, drum & bass, house, dan nu jazz. 

R&B

Rhythm & Blues. Ya, itulah singkatan dari abreviasi R&B. Aliran musik yang didominasi oleh musisi Afrika-Amerika di akhir era ‘30an. Karena hal tersebut, aliran ini kemudian dinamai “race music” atau musik ras sebelum diganti menjadi R&B oleh majalah Billboard sebagai istilah pemasaran karena dianggap menyinggung. Pada tahun ‘70an, definisi R&B diperluas menjadi istilah selimut yang mencakup aliran musik soul dan funk.

Karakteristik dari aliran R&B sendiri adalah harmoni vokal yang tersusun rapi (terkadang disertai oleh penyanyi latar), serta perpaduan instrumen piano, gitar, bass, drum, dan saxophone.

Kemunculan musik aliran musik dan kultur hip hop yang dikenal sebagai bentuk protes pada kekerasan dan diskriminasi yang dialami oleh penduduk Afrika-Amerika di Amerika menempatkan R&B sebagai aliran musik yang lebih melankolis dan “penuh lagu cinta”.  Mungkin permainan emosi yang ditunjukan para musisi ketika melantunkan lagu-lagu R&B berhubungan dengan hal ini.

Terima kasih untuk mengikuti crash course atau kursus kilat tentang pengertian seni musik, hal-hal fundamentalnya, serta aliran-aliran terpopuler di industri yang tiada matinya ini. Sampai jumpa di kursus kilat selanjutnya!

SHARE :
WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Artikel Lainnya