Menuju konten utama
Bahasa Jawa

25 Sesanti Basa Jawa & Peribahasa Jawa dan Artinya Soal Hidup

25 sesanti basa Jawa atau peribahasa Jawa soal kehidupan, mulai dari arti Witing tresna jalaran saka kulina hingga Becik ketitik, ala ketara.

25 Sesanti Basa Jawa & Peribahasa Jawa dan Artinya Soal Hidup
Pelajar mengikuti kompetisi bahasa dan sastra Jawa 2022 di Taman Pintar, Yogyakarta, Senin (22/8/2022). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

tirto.id - Sesanti dalam bahasa Jawa berarti pepatah atau peribahasa, sedangkan Basa Jawa adalah bahasa Jawa.

Sesanti basa Jawa adalah kumpulan peribahasa atau pepatah yang digunakan dalam bahasa Jawa.

Sesanti basa Jawa biasanya mengandung nilai-nilai budaya, kebijaksanaan, pengalaman hidup, dan hikmah yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Sesanti basa Jawa sering digunakan sebagai bentuk komunikasi dan pengajaran dalam budaya Jawa, terutama untuk mengajarkan nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat Jawa kepada generasi muda.

Peribahasa Jawa atau sesanti basa jawa di antaranya yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat seperti “Idhep-idhep nandur pari jero (berbuat kebaikan terhadap orang yang tidak dapat membalas)”, hingga “Dieletana sagara gunung sap pitu (Apabila memang jodoh dari Tuhan, meski dihalangi pasti bertemu juga).

Tidak hanya dalam bahasa Indonesia, peribahasa juga ada dalam bahasa Jawa. Peribahasa merupakan kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya tidak menggunakan arti sesungguhnya atau mengiaskan maksud tertentu seperti perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, hingga aturan tingkah laku.

Dalam bahasa Jawa, perumpamaan, ungkapan, dan pepatah dikenal dengan istilah paribasan, bebasan, dan saloka. Kemudian, paribasan, bebasan, dan saloka masuk ke dalam kelompok jenis kata tembung entar yakni perumpamaan atau kiasan yang kerap digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung.

Dalam peribahasa Jawa, masyarakat mengelompokan ungkapan kiasan tersebut menjadi 5 kelompok meliputi peribahasa mengenai binatang, peribahasa mengenai tanam-tanaman, peribahasa mengenai manusia, peribahasa mengenai anggota kerabat, dan peribahasa mengenai anggota tubuh.

25 Sesanti Basa Jawa & Peribahasa Jawa dan Artinya

Peribahasa dapat digunakan dalam percakapan sehari-sehari, terutama guna mengungkapkan sesuatu perkara. Berikut ini 25 peribahasa Jawa yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat:

1. Nagara mawa tata desa mawa cara

Artinya: Orang harus berperilaku menurut aturan yang ada di wilayahnya.

2. Ula marani gitik

Artinya: Orang yang sengaja mencari kesulitan.

3. Uyah kecemplung segara

Artinya: Memberi sesuatu kepada orang kaya.

4. Wani ngalah duwur wekasane

Artinya: Melakukan negosiasi dengan mengalah tentu akan menghasilkan kemenangan di kemudian hari.

5. Tirta candra geni raditya

Artinya: Sifat hakim hendaknya teliti dan terang sesuai dengan matahari dan bulan.

6. Tulung menthung

Artinya: Kelihatannya menolong, tetapi membebani.

7. Setan anggawa eting

Artinya: Orang yang suka mengadu domba.

8. Ngenteni kambanging watu item

Artinya: Menunggu hal yang mustahil.

9. Ngangsu banyu ing kranjang

Artinya: Orang berguru yang tidak menuruti kehendak gurunya.

10. Manuk mencok dudu pencokane, rupa dudu rupane

Artinya: Orang yang melakukan kegiatan bukan berdasar kelaziman, misalnya santri bermain judi.

11. Lambe satumang kari samerang

Artinya: Orang yang memberi nasihat, tetapi tidak digubris.

12. Kegedhen empyak kurang cagak

Artinya: Orang yang mempunyai keinginan besar tetapi sedikit sarannya.

13. Kebo kabotan sungu

Artinya: Orang yang mengeluh karena kebanyakan anak.

14. Kandhang langit kemul mega

Artinya: Orang yang tidak bergaul dengan orang banyak.

15. Candhuk lawung

Artinya: Bertemu dan berkenalan dengan perantaraan kawan.

16. Slaman-slumun slamet

Artinya: Orang yang berjalan di tempat gawat, tetapi selalu selamat.

17. Kalah cacak menang cacak

Artinya: Berhasil atau tidak sebaiknya diusahakan lebih dulu.

18. Idhep-idhep nandur pari jero

Artinya: berbuat kebaikan terhadap orang yang tidak dapat membalas.

19. Dieletana sagara gunung sap pitu

Artinya: Apabila memang jodoh dari Tuhan, meski dihalangi pasti bertemu juga.

20. Ajining dhiri gumantung ana lathi lan budi

Artinya: Kewibawaan orang itu tergantung pada ucapan dan tingkah-laku yang baik.

21. Witing tresna jalaran saka kulina

Artinya: Cinta berawal karena terbiasa. Seseorang dapat jatuh cinta karena sering bertemu atau berinteraksi dengan lawan jenisnya.

22. Mikul dhuwur mendhem jero.

Artinya: Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.

23. Becik ketitik, ala ketara

Artinya: Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.

24. Kakehan gludug kurang udan

Artinya: Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti.

25. Adigang, adigung, adiguna

Artinya: Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya.

Baca juga artikel terkait BAHASA JAWA atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani