Belajar Tenis Lapangan dari Atlet Berpengalaman Puswari Putra Jaya

Olahraga tenis lapangan bisa menjadi olahraga pilihan berbagai usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.-Foto : Dokumen -Puswari Putra Jaya

LUBUKLINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Tenis lapangan merupakan olahraga bola kecil yang digemari banyak orang. Olahraga ini dimainkan dengan menggunakan bola dan raket serta dilakukan di lapangan yang diberi pembatas jaring. 

Tenis bisa menjadi olahraga pilihan berbagai usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun olahraga ini lebih banyak dimainkan oleh orang dewasa. Ada yang bermain hanya sebagai hobi, namun ada juga yang menjadikan tenis sebagai karier profesional.

Pelatih Tenis Lapangan Lubuklinggau, Puswari Putra Jaya menceritakan, awal ia hobi olahraga tenis sejak duduk dibangku SD, yang mana pada saat itu ia juga mendalami minatnya dengan mengikuti latihan tenis. Selain baik untuk kesehatan, diakui olehnya manfaat dari olahraga tenis lainnya yaitu ia bisa menjalin silaturahmi dari berbagai kalangan.

"Saya hobi bermain tenis dari SD. Dari hobi ini saya mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan seperti, ada teman-teman dari Kodim, Pengadilan, Polres, dan ada juga teman-teman dari Kejaksaan," ungkap Puswari kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 3 April 2024.

BACA JUGA:8 Atlet Badminton Indonesia Dihukum Berat BWF Kenapa? Ternyata Ini Kronologinya

Puswari menjelaskan, aturan bermain tenis lapangan ini harus mengunakan raket. Dimana aturan bermainnya ada 8 untuk servis bergantian disetiap game. Sementara itu, menurutnya, waktu yang baik untuk bermain tenis lapangan saat sore hari.

"Sebaiknya bermain tenis lapangan di sore hari dari pukul 16.00-18.00 WIB. Khususnya masyarakat Kota Lubuklinggau dapat bermain di lapangan tenis Pemkot Lubuklinggau," katanya.

Puswari mengungkapkan, dahulu olahraga tenis lapangan ini seringkali dianggap sebagai olahraga dari kalangan tertentu. Tapi, saat ini olahraga tenis lapangan sudah menjadi olahraga yang umum untuk masyarakat manapun.

"Semoga masyarakat Kota Lubuklinggau tetap mencintai olahraga yang terkhusus tenis lapangan biar banyak nanti yang timbul bibit-bibit atlit muda. Sehingga mereka bisa Go ke Nasional ataupun Internasional," harapnya.

BACA JUGA:Ada Atlet Top Nasional, Yakin Juara Jakarta Elektrik PLN Kian Optimistis Hadapi Proliga 2024

Olahraga tenis mempunyai sejarah yang panjang hingga keberadaannya saat ini. Kata tenis berasal dari kata Perancis 'tenez' yang berarti 'mempersiapkan' atau 'bekerja'. Tenis rumput diyakini telah dimainkan di SM. Namun berdasarkan catatan tertua, olahraga ini sudah ada sejak abad ke-11.

Olahraga tenis memiliki sejarah yang panjang, serta aturan khusus dalam memainkannya. Pada mulanya tenis lapangan populer dengan sebutan lawn tennis atau tenis rumput. Olahraga ini dimainkan oleh wanita pada masa Victoria (1820-1914) di lapangan yang permukaannya berumput.

Pada masa itu, masyarakat Perancis sering memainkan olah raga de peume atau permainan palem. Cara memainkan olahraga ini mirip dengan tenis modern. Permainan ini mulai menyebar ke negara-negara lain di Eropa pada abad ke-13 dan populer di kalangan bangsawan dan raja. Sedangkan raket senar pertama kali diperkenalkan di Italia pada abad ke-15.

Pada tahun 1868, didirikan turnamen All England Croquet Club di Wimbledon, Inggris, yang menjadi awal terbentuknya organisasi tenis. Kejuaraan tenis paling bergengsi, Wimbledon, diadakan pada tahun 1877.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan